Monday, November 24, 2014

Upacara Adat di Bali

Selain Festival Kesenian Bali, Bali masih mempunyai segudang upacara adat yang merupakan daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun internasional. Orang bali sebelum melakukan kegiatan sehari-harinya ia juga melakukan ritual khusus dan setiap upacara adat di Bali dilakukan dengan sepenuh hati dan ketulusan. Jika anda salah satu tipe orang pecinta kebudayaan, anda bisa menyaksikan dari dekat upacara adat di Bali dan mungkin bagi anda hal ini merupakan agenda yang tidak boleh terlewatkan ketika sedang berkunjung di Bali. Orang Bali mempunyai kalendur khusus untuk melaksanakan upacara adat yang disebut "Pawukon". Nah oleh karena itu jika anda datang ke Bali jangan lupa menanyakan tentang jadwal upacara adat di Bali pada biro perjalanan atau staf hotel dimana anda berada. Ini dia beberapa upacara adat di Bali yang tidak boleh terlewatkan

1. Hari Raya Nyepi (Ritual Bhuta Yajna)
Hari Raya Nyepi adalah Tahun Baru Umat Hindu, dan di hari ini identik dengan tindakan "Diam", dimana orang tinggal di rumah dan menghindari melakukan aktivitas ramai atau keras. Mereka yang merayakan Nyepi harus melakukan puasa dan ada beberapa orang menghindari untuk tidak bericara lebih memilih untuk menghabiskan hari untuk berdoa dan bermeditasi. Bagi wisatawan yang berkunjung disarankan untuk stay di Hotel, sampai hari berakhir. Para beberapa laki-laki di Bali ada yang bertanggung jawab untuk menjaga keamanan agama yang disebut "Pecalang", mereka bertugas berpatroli di jalan untuk memastikan semua orang menghormati hari raya Nyepi. Sebelum hari Nyepi datang para warga Bali melakukan ritual Bhuta Yajna, Bhuta Yajna merupakan lambang untuk menghancurkan kekuatan negarif. Para warga membuat patung setan besar yang disebut ogoh-ogoh kemudian diarak-arak kejalan dan setelah itu dibakar. 

2. Hari Raya Galungan dan Kuningan

Dalam peringatan Hari Raya Galungan dan Kuningan para wisatawan yang berkunjungan akan melihat bagaimana penduduk Bali akan berdandan dan merayakan hari raya Galungan dengan membawa sesajen ke tempat-tempat suci dan mereka menghias pura dan rumah-rumah mereka dengan indah dan berwarna-warni. Galungan melambangkan penghormatan kepada Tuhan yang tertinggi dalam sistem kepercayaan Bali, Ida Sang Hyang Widi. Kemudian dirayakan Kuningan yang diperingati 10 hari setelah Hari Raya Galungan. 

3. Upacara Odalan

Odalan atau sering juga disebut "The Temple Festival". Upacara Odalan dirayakan setiap 6 bulan, upacara ini melambangkan datangnya roh dari langit ke kuil sehingga para warga Bali melakukan upacara ini bermaksud untuk menenangkan roh-roh. Memberikan persembahan dan melakukan tarian tradisional. Upacara Odalan mampu menarik wisatawan karena keindahan tariannya yang membuat untuk mengabadikannya dalam bentuk jepretan ataupun vidio.

4. Upacara Melasti
Upacara Melasti adalah upacara dimana warga Bali berdandan dengan pakaian adat Bali kemudian pergi ke berbagai tempat seperti pantai dan mata air alami memberikan persembahan bunga dan buah untuk diberikan kepada Dewa. Tidak hanya memberikan persembahan pada Dewa tapi para warga juga membersihkan patung suci dan alat musik tradisional seperti gamelan. Upacara Melasti diadakan pada akhir tahun. Menyaksikan upacara adat Bali adalah salah satu cara mengenal budaya adat yang ada di Indonesia utamanya adat Bali. 

No comments:

Post a Comment