Tuesday, November 25, 2014

Upacara Perayaan Maulud di Jogja

SEKATEN. Sekaten adalah salah satu perayan upacara adat untuk memperingati Hari Lahir Nabi Muhammnad Saw atau yang biasa disebut dengan Maulud Nabi. Perayaan sekaten di Jogja sudah sejak tahun 1960an yang biasa diperingati di Alun-alun Utara Jogja pada bulan ketiga kalender Jawa. Jika datang ke Jogja memilih untuk datang pada bulan Sapar (kalender jawa) adalah saat yang tepat datang ke Jogja. Karena para pengunjung bisa menikmati wahana bermain di pasar malem seperti Bianglala, Ombak Banyu, Rumah Hantu, Komedi Putar, Tong Setan dan masih banyak wahana lain. Tidak hanya permainan tetapi kita bisa sambil kuliner dan belanja. Dan kita bisa menyaksikan prosesi upacara inti perayaan sekaten


1. Miyos Gongso
Miyos Gongso adalah prosesi pengeluaran dua Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogowilogo dari Kraton Jogja menuju Mesjid Gede Kauman. Rute yang dilewati yaitu Alun-alun Utara kemudian menuju Mesjid Gede Kauman. Kedua Gamelan itu di bawa oleh abdi dalem dari Keraton. Dengan dikeluarkannya kedua Gamelan tersebut, itu bertanda dimulainya Sekaten. Prosesi acara Miyos Gongso diadakan pada tengah malem sekitar pukul 23.00 WIB. Jika ingin menyaksikan upacara adat ini datang lebih awal karena masyarakat banyak yang antusias menyaksikan prosesi Miyos Gongso ini

2. Numplak Wajik
Numplak wajik adalah proses pembuatan wajik atau makanan khas Jogja yang terbuat dari beras ketan dengan gula kelapa). Prosesi ini diadakan di Pawon Ageng di halaman bangsal Kemagangan Kidul pada sore hari, prosesi ini harus disaksikan oleh salah satu saudara Sri Sultan yang menjadi pengageng Kraton Yogyakarta. Acara numplak Wajik ini cukup unik karena prosesi acaranya diiringi oleh alat musik ansambel lesung-alu, kenthongan, dan berbagai alat musik kayu lainnya. Jika ingin menyaksikan prosesi acara Numplak Wajik di bangsal Kemagangan Kidul yang letaknya di selatan Keraton Yogyakarta. 

3. Kondor Gongso
Kondor Gongso atau dalam bahasa indonesia "Kondor" yang berarti "Pulang" yaitu merupakan acara kebalikan dari Miyos Gongso, Dua Gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogowilogo yang di usung ke Mesjid Gede Kauman dipulangkan ke Kraton setelah ditabuh selama 7 hari di Mesjid Gede Kauman. Pada prosesi Kondor Gongso ini ada hal yang unik yaitu "Sebar Udhik-Udhik". Sebar udhik-udhik adalah menyebarkan beras kuning dan uang logam dan bunga yang disebarkan oleh Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono. Masyarakat percaya akan mendapatkan berkah, ketenangan, dan kelancaran rezeki karena itu masyarakat antusias untuk berebut mendapatkan udhik-udhik. Acara ini diadakan malam hari sebelum Grebeg Maulud di pagi harinya. 

4. Grebeg Maulud
Grebek Maulud merupakan prosesi terakhir dari perayaan Sekaten dan merupakan prosesi yang paling ramai didatangi dibandingkan dengan prosesi-prosesi lainnya oleh berbagai masyarakat. Prosesi ini dimulai pada jam 07.30 dan akan diawali dengan Parade Kesatuan Prajurit Kraton Yogyakarta dengan menggunakan pakaian adat. Pada prosesi ini nantinya akan ada Gunungan, Gunungan ini yang dinanti masyarakat karena dipercaya akan mendapat berkah, kelancaran rezeki dan ketenangan. Gunungan di keluarkan dari Siti Hinggil menuju Halaman Alun-alun Utara, Mesjid Gede Kauman dan Pakualam. Datang lebih awal agar mendapatkan posis paling depan.  

Upacara Perkawinan di Lombok

Lain daerah pastinya lain juga kan prosesi upacara perkawinannya, nah begitu juga prosesi upacara perkawinan di Lombok yang cukup unik ini, karena memiliki proses yang cukup panjang. Adat perkawinan Lombok dikaitkan dengan upacara "Sorong Sereh Aji Krama". Seorang pemuda dapat memperoleh seorang istri berdasarkan adat yaitu dengan "Soloh" atau meminang kepada keluarga pembelai wanita, atau dengan cara adat "Merariq" atau melarikan pembelai wanita, yang dimana pihak pria mengambil wanita yang akan dinikahinya ke rumah pria tanpa sepengetahuan orang tua. Setelah salah satu cara sudah dijalankan, kemudian kluarga pihak pria akan melakukan tata cara perkawinan dengan adat Sasak. Kemudian akan diikuti prosesi "Mesejati" dimana kepala dusun akan memberitahukan kepada keluarga wanita perihal anak wanitanya dibawa oleh si pria. Selang maksimal 3 hari kemudian dilanjutkan dengan prosesi "Beselabar" yang dimana kadus dan kluarga pihak pria datang ke pihak wanita untuk meminta ijin melangsungkan pernikahan. Pembicaraan adat istiadat meliputi "Aji Kerama" yang dalam proses pembicaraan berpicara tentang uang perari, "Uang Perari" adalah uang yang diminta oleh calon wanita sebelum dilarikan. Jika sebelumnya tidak ada pembicaraan tentang uang perari maka pihak keluarga wanita akan meminta "Uang Pisuke" dan "Uang Perari" sebagai jaminan dan biaya penyelenggaraan pesta. Berikutnya setelah semua terpenuhi prosesi selanjutnya yaitu "Bait Wali" yang dimana pihak pria mengirim utusan dari pemuka agama untuk menyampaikan salam dari calon wanita kepada orang tuanya agar datang untuk menikahkannya. Jika keluarga pihak wanita berkenan makan akan datang sendiri dan jika tidak berkenan datang makan keluarga wanita akan menyuruh utusan sebagai wali nikah pengantin wanita. Kemudian dilangsungan "Ijab Qabul" setelah bait wali terpenuhi, dan selanjutnya akan diadakan upacara "Sorong Serah". 

Sorong serah aji krame adalah salah satu acara paling penting dalam rangka upacara adat Sasak. Sorong serah aji krame biasanya dilaksanakan pada siang hari setelah zuhur sebelum ashar yang disebut "Galeng Raraq Kembang Waru". pihak pria mengirim rombongan berjumlah 20-30 orang untuk datang kekeluarga perembuan dengan membawa harta benda yang dinamakan "Gegawan". Dari pihak pria yang membawa gegawan disebut "Penyorong" sedangkan pihak wanita yang menerima gegawan disebut "Penanggap".

Semua prosesi upacara adat dan gegawan yang dibawa merupakan simbol dan kesemua itu diwujudkan dalam 8 komponen yaitu
1. Sesirah yang dalam istilah Sasak disebut Otak Dowe atau Juru Dowe yang berarti otak, kepala atau induk Aji Krame dan perangkat Sorong Serah lainnya.

2. Aji Krame terdiri dari Napak Lemah dan oleh-oleh

3. Sasuni Taring Urip terdiri dari Salin Dedeng, Penjaruman dan Pemecat Sengkag

4. Pikoliling Urip atau Warga terdiri dari Pelengkak dan Kao Tindok

5. Pikoliling Desa terdiri dari Babas Kuta, Krame Desa dan Kor Jiwa

6. Kedosan atau Denda-denda

7. Pemegat atau Pamungkas Wicara

8. Rombong atau simbol dukungan masyarakat agar mempelai mampu hidup mandiri

Didalam proses sorong serah, dikenal dengan nama "Bewacan" yang merupakan debat dalam bahasa Bali antara utusan pengantin pria dengan keluarga pengantin wanita. Jika semua rombongan pria sudah dipersilahkan oleh pihak wanita barulah kluarga pria datang kerumah wanita dengan disertai berbagai perlengkapan adat dan tata cara penyambutan. Di dalam acara sorong serah ini dipertunjukkan kesenian khas Lombok yaitu "Gendang Belek" yang merupakan alat musik tradisional Lombok, tapi iramanya hampir menyerupai irama lagu Bali.

Monday, November 24, 2014

Festival di Lombok

Pulau Lombok tidak hanya terkenal dengan pantainya yang indah tapi Lombok juga terkenal dengan Festival adat lombok yang unik. Kalau kalian merasa sebagai warga Indonesia kalian harus mengenal juga salah satu festival adat yang ada di Lombok yang mampu menarik perhatian parawisatawan. Nah, ini dia festival adat yang ada di Lombok

1. Mulang Pekelem di Gunung Rinjani
Orang Bali yang secara historis telah lama menjadi bagian penduduk Lombok tetap mempertahankan nilai budaya secara teguh. Salah satu upacara yang tetep aksis dirayakan adalah upacara Pekelem di Danau Segara Anak Rinjani. Pekelem adalah membenamkan persembahan tanda kesukaan kepada Sang Maha Pemberi. Upacara Pekelem yang dilakukan di Danau Segara Anak Rinjani diikuti oleh Ribuan masyarakat Hindu di Lombok. Bahkan ada juga kerabat yang datang dari Bali khusus untuk merayakan Pekelem dan meskipun harus bersusah payah mendaki Gunung Rinjani tetapi karena keyakinan dan dambaan akan karunia Sang Pencipta mengatasi segalanya. 

2. Perang Topan di Pura Lingsar
Perang topan di pura lingsar adalah suatu upacara ritual yang merupakan pencerminan rasa syukur kepada Sang Pencipta yang telah memberikan anugrah kerukunan antar umat dan telah memberikan kemakmuran dalam bentuk kesuburan tanah, cucuran air hujan dan hasil pertanian yang melimpah. Upacara ini di laksanakan oleh umat Hindu bersama dengan suku Sasak. 

Upacara Adat di Bali

Selain Festival Kesenian Bali, Bali masih mempunyai segudang upacara adat yang merupakan daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun internasional. Orang bali sebelum melakukan kegiatan sehari-harinya ia juga melakukan ritual khusus dan setiap upacara adat di Bali dilakukan dengan sepenuh hati dan ketulusan. Jika anda salah satu tipe orang pecinta kebudayaan, anda bisa menyaksikan dari dekat upacara adat di Bali dan mungkin bagi anda hal ini merupakan agenda yang tidak boleh terlewatkan ketika sedang berkunjung di Bali. Orang Bali mempunyai kalendur khusus untuk melaksanakan upacara adat yang disebut "Pawukon". Nah oleh karena itu jika anda datang ke Bali jangan lupa menanyakan tentang jadwal upacara adat di Bali pada biro perjalanan atau staf hotel dimana anda berada. Ini dia beberapa upacara adat di Bali yang tidak boleh terlewatkan

1. Hari Raya Nyepi (Ritual Bhuta Yajna)
Hari Raya Nyepi adalah Tahun Baru Umat Hindu, dan di hari ini identik dengan tindakan "Diam", dimana orang tinggal di rumah dan menghindari melakukan aktivitas ramai atau keras. Mereka yang merayakan Nyepi harus melakukan puasa dan ada beberapa orang menghindari untuk tidak bericara lebih memilih untuk menghabiskan hari untuk berdoa dan bermeditasi. Bagi wisatawan yang berkunjung disarankan untuk stay di Hotel, sampai hari berakhir. Para beberapa laki-laki di Bali ada yang bertanggung jawab untuk menjaga keamanan agama yang disebut "Pecalang", mereka bertugas berpatroli di jalan untuk memastikan semua orang menghormati hari raya Nyepi. Sebelum hari Nyepi datang para warga Bali melakukan ritual Bhuta Yajna, Bhuta Yajna merupakan lambang untuk menghancurkan kekuatan negarif. Para warga membuat patung setan besar yang disebut ogoh-ogoh kemudian diarak-arak kejalan dan setelah itu dibakar. 

2. Hari Raya Galungan dan Kuningan

Dalam peringatan Hari Raya Galungan dan Kuningan para wisatawan yang berkunjungan akan melihat bagaimana penduduk Bali akan berdandan dan merayakan hari raya Galungan dengan membawa sesajen ke tempat-tempat suci dan mereka menghias pura dan rumah-rumah mereka dengan indah dan berwarna-warni. Galungan melambangkan penghormatan kepada Tuhan yang tertinggi dalam sistem kepercayaan Bali, Ida Sang Hyang Widi. Kemudian dirayakan Kuningan yang diperingati 10 hari setelah Hari Raya Galungan. 

3. Upacara Odalan

Odalan atau sering juga disebut "The Temple Festival". Upacara Odalan dirayakan setiap 6 bulan, upacara ini melambangkan datangnya roh dari langit ke kuil sehingga para warga Bali melakukan upacara ini bermaksud untuk menenangkan roh-roh. Memberikan persembahan dan melakukan tarian tradisional. Upacara Odalan mampu menarik wisatawan karena keindahan tariannya yang membuat untuk mengabadikannya dalam bentuk jepretan ataupun vidio.

4. Upacara Melasti
Upacara Melasti adalah upacara dimana warga Bali berdandan dengan pakaian adat Bali kemudian pergi ke berbagai tempat seperti pantai dan mata air alami memberikan persembahan bunga dan buah untuk diberikan kepada Dewa. Tidak hanya memberikan persembahan pada Dewa tapi para warga juga membersihkan patung suci dan alat musik tradisional seperti gamelan. Upacara Melasti diadakan pada akhir tahun. Menyaksikan upacara adat Bali adalah salah satu cara mengenal budaya adat yang ada di Indonesia utamanya adat Bali. 

Friday, November 21, 2014

Festival Kesenian Bali




Festival Kesenian Bali merupakan salah satu fertival budaya yang terkenal di Indonesia. Festival Kesenian Bali merupakan acara tahunan dan biasanya diselenggarakan setiap bulan Juni selama satu bulan penuh dengan tema yang berbeda. Selain bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan peristiwa serta budaya yang ada di Bali. Festival ini juga diburu oleh para seniman untuk mengekspresikan segala bentuk kreativitas dan karya cipta seni mereka. Karya seni dari para seniman tersebut tentunya karya-karya yang berkualitas baik. Awal mula Festival Kesenian Bali diprakarsai oleh Almarhum Prof.Dr.Ida Bagus Mantra pada tahun 1979, yang diman beliau sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat 1 Bali. Festival Kesenian Bali merupakan peraturan dari Daerah Provinsi Bali Nomor 07 Tahun 1986. Setiap Festival Kesenian Bali ini diselenggarakan selalu dibuka oleh pejabat tinggi negara. Makna dari Festival yang ditampilkan adalah pembebasan yang ikhlas dimana dalam ajaran agama Hindu disebut dengan Yadnya. Acara yang terangkum dalam festival ini diantaranya pameran, kegiatan budaya, kontes dan beberapa kegiatan lainnya. Kemegahan dari festival ini berasil menarik para wisatawan dari mancanegara maupun dalam negeri. Disini para pengunjung bisa mencicipi makanan khas Bali yang sudah disediakan oleh beberapa stan di festival, dan juga para pengunjung bisa belajar tentang budaya lokal dan pedesaan di Indonesia.     



Festival Kesenian Bali ini kita juga bisa menyaksikan tarian klasik dari Bali. Festival Kesenian Bali ini merupakan salah satu festival yang patut untuk disaksikan. Jadi sudah sedikit taukan tentang Bali, kalau Bali itu tidak hanya terkenal dengan keindahan pantainya tapi bali juga terkenal dengan kultur budaya yang akan menjadi ikon dan aset pariwisata. Jika penasaran dengan bagaimana meriahnya dan kemegahan Festival Kesenian Bali datang pada bulan Juni ya. Selamat Berlibur